nia sapari
Bandung, Indonesia
“Terjebak” di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Unpad, Bandung (1992) membuatkuu mengenal “rumit”nya berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta “indah”nya menikmati karya-karya sastra.
Tahun 1998 menjadi tahun bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Pun bagikuu. Aku menghadapi sidang sarjana dan tes masuk menjadi staf pengajar sebuah Full Day School . Dua-duanya berjalan lancar; lulus dan diterima.
“Terdampar” di Yayasan Pendidikan Salman Al Farisi Bandung membuatkuu tambah bergelut dengan rumit dan indahnya Bahasa dan Sastra Indonesia. Aku pun jatuh cinta.
Empat belas tahun lewat sudah, aku masih eksis dalam keterdamparankuuu ….