Anshor Bani Johan

Anak pertama dan kakak dari 3 orang laki-laki, lahir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 5 Januari 1982 kemudian di tuakan 1 tahun untuk prasyarat bisa masuk SD lebih cepat. Kemudian dibesarkan oleh ke-2 orang tua (lebih tepatnya mama aja sih, karena abah lebih sibuk bekerja buat menafkahi keluarganya) dengan standart norma dan nilai sosial yang berlaku dan akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang standart-standart aja sampai dengan lulus SMA. Pas kuliah baru bertemu manusia-manusia yang berada diluar standart normal masyarakat, disitulah mulai terbentuk watak dan perilaku yang mulai menyukai hal-hal yang tidak standart/umum sampai dengan sekarang (walaupun tersisa sedikit karena tuntutan lingkungan yang tidak bisa menerima pribadi yang tidak umum), akan tetapi paling tidak ada sebuah obsesi pribadi bahwasanya suatu saat nanti keturunan-keturunanku lah yang akan melanjutkan ketidakumuman ayahnya yang belum tersampaikan.

Bicara mengenai keturunan, saya sudah punya 2 orang keturunan yang asal muasalnya saya buat bersama istri saya yang bernama Rika wahyuni. Keturunan saya yang pertama berwujud perempuan bernama Nur Afifah Lenina Ananta, yang bisa saya artikan begini; Nur=Cahaya, Afifah=Suci, Lenina=Seorang Revolusioner dari Rusia (Lenin), Ananta=Diambil dari nama tengah penyair besar Indonesia & pendiri LEKRA (Pramoedya Ananta Toer), dirangkai akan seperti "Cahaya yang mensucikan si Lenina Ananta". Keturunan saya yang kedua berwujud laki-laki bernama Nur Misbach Elvara Chavezi, yang versi menurut pengetahuan saya berarti; Nur=Cahaya, Misbah/Misbach=Penerang/Lampu, Elvara=Diambil dari tokoh Revolusi Kuba (fidEl castro & che gueVARA), Chavezi=Diambil dari Chavez presiden Venezuela, yang dirangkai akan menjadi "Cahaya yang menerangi si Elvara Chavezi. Nama-nama itu adalah doa saya, semoga anak-anak saya menjadi orang-orang yang menginspirasi saya tersebut dan mampu menjadi cahaya suci yang menerangi sudut-sudut gelap dunia ini.