Angkasa Sudigdo

Purwokerto

Angkasa, satu kata dengan penuh makna. Sebuah nama yang tercatat lahir pada 23 September 1964 di Semarang, Jawa Tengah. Lahir dari rahim seorang wanita hebat bernama Suntarihati, Angkasa kecil tumbuh sebagai anak pemberani. Dunia pendidikan seakan menjadi sebuah trah keluarga, bakat mengajar yang Ia miliki menjadi bukti role model Sang Ayah Sudigdo terpatri di jiwanya.

Purwokerto menjadi saksi perjalanan seorang Angkasa menempa diri. Diawali pada usia empat tahun Angkasa pindah dari Semarang ke Purwokerto bersamaan dengan alih tugas Sang Ayah yang berprofesi sebagai Guru di Sekolah Guru Olahraga (SGO). Di Purwokerto inilah Angkasa habiskan masa kecilnya sebagai anak desa yang fasih dengan permainan tradisional. Angkasa kecil yang akrab dipanggil Aang, masuki ruang proses pembelajaran dengan mendaftar sebagai siswa di SD Negeri Bobosan. Setelah lulus dari pendidikan dasar, Angkasa memulai pendidikan tingkat pertamanya di SMP Negeri 1 Purwokerto. Dan memperoleh izajah menengah atas di SMA Negeri 2 Purwokerto.

Anak kedua dari empat bersaudara ini, bergelut dalam kemandirian yang mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya hingga pencapaiannya pada saat ini. Tahun 1982 adalah tahun dimana Angkasa masuk ke perguruan tinggi, Ia memilih Fakultas Hukum Unversitas Jenderal Soedirman sebagai tempat terbaik dalam proses pembelajaran di bidang hukum. Selama menjadi mahasiswa FH Unsoed Angkasa aktif dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Jenderal Soedirman. Dari kegiatannya bersama Menwa Ia belajar kedisiplinan layaknya seorang militer. Potongan rambut yang rapih, tubuh tegapnya dan tutur kata yang lugas tercermin hingga kini.

Memilih profesi sebagai dosen dimulai pasca kelulusan strata satu (S1) di tahun 1988. Pada kesempatan yang sama itu pula, Suami dari Dra. Rili Windiasih, M.Si melanjutkan pendidikan S2 di Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Jarak yang jauh antara rumah dengan kampusnya tidak menyurutkan semangat Angkasa dalam menimba ilmu. Waktu kuliah yang sangat padat tak pernah sekalipun membuatnya membolos walau harus ngelaju dengan jarak Purwokerto – Semarang 255 Km. Bus Tri Kusuma jurusan Purwokerto – Semarang menjadi saksi perjuangan Angkasa dalam menggapai cita-citnya.

Tercatat sebagai lulusan tercepat dan menjadi wisudawan terbaik, Ia lulus pendidikan S2 dengan waktu 2 tahun 3 bulan.

Semangat berpendidikan terus bergelora hingga di tahun 1998, Program Doktor Ilmu

  • Work
    • Lecturer