Anna Kurnia

Tak banyak yang mengenal gadis ini. Dia hanyalah seorang gadis Minang biasa, dengan dan tanpa kelebihan menonjol apapun. Gadis kelahiran Solok, 26 Maret 1992 ini mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Padang sebagai salah satu tahap yang akan menghantarnya menjadi seorang pendidik jenius-jenius bangsa ini.

Tak banyak hal-hal membanggakan yang berhasil diraihnya, namun demikian segala usaha yang dilakukannya paling tidak telah menjadikannya sebagai salah satu siswi yang cukup diperhitungkan semasa masih berseragam merah-putih dulu. Menjadi peringkat pertama dari tahun pertama hingga akhir perjuangannya (kecuali kelas IV, hanya meraih peringkat2) di SD Negeri 13 Kampung Jawa, Solok. Berkat kerja keras itu, ia akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke SMP N 1 Solok, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama terbaik di kota kecil itu. Pada semester awal ia masih sempat meraih peringkat pertam anamun pada tahun dua dan tiga ia harus merelakan hanya berada di kisaran lima besar. Pendidikan dengan pakaian berseragam pada akhirnya diselesaikan di SMA Negeri 3 Kota Solok. Sekolah yang pada waalnya sangat sulit untuk dapat ia terima namun sesungguhnya mendekatkan ia pada wajah pendidikan Indonesia yang sebenarnya. Memberitahunya, persoalan-persoalan macam apa yang harus segera diselesaikan setelah diwisuda nanti.

Sekarang ia aktif di beberapa organisasi kampus seperti FKPWI (Forum Pengembangan Kajian Wawasan Islam) dan HIMA Jurusan Bahasa Inggris UNP. Harapan kedepannya, ia bisa mengekeplor kemampuannya lebih baik lagi. Baginya selama masih ada buku dan masih ada ilmu yang belum dikuasainya, perjalanan hidup ini belum menampakkan ujungnya.