R. Aria B. Sakti, S.H., M.H., C.L.A.

R. Aria B. Sakti, S.H., M.H., C.L.A.

Bima percaya proses adalah kunci inti kesuksesan, ide sederhana yang mewujud dalam tindakan lebih brilian dari ide jenius yang hanya tersimpan dan terpatri dalam benak. Dewasa ini Indonesia memiliki banyak orang cerdas, pintar, hebat, dsb, namun tidak cukup banyak yang mengkonversi kemampuanya menjadi karya yang kontributif.

Prinsip dan keyakinan itu telah Bima sadari, bawa, dan buktikan melalui berbagai organisasi yang ia pimpin dengan prinsip Aspiratif, menjadi Ketua di Dewan Perwakilan Mahasiswa FH UII (Ketua DPM-2010), Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Ketua DPP PERMAHI-2014), Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Ketua PB HMI-2015), hingga menjadi Ketua Parlemen Senat Mahasiswa Hukum Se-Indonesia atau akrab disebut Presidium Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ketua PP.ISMAHI-2011).

Bukan hanya menjadi seorang organisator yang bersemangat, Bima sadar bahwa untuk menciptakan karya yang berdampak, ia harus memiliki keahlian spesifik di bidang yang ia cintai: Ilmu Hukum. Ia lulus Pendidikan Strata 1 dengan IPK. 3.59 (Cum Laude with Outstanding Honor) pada konsentrasi politik legislasi dalam Hukum Tata Negara, bima ingin meretas paradigma bahwa seorang aktivis lekat dengan prestasi yang buruk dan tidak bertanggung jawab atas kuliahnya.

Saat ini Bima baru saja menyelesaikan studi pasca-sarjana di Islamic University of Indonesia (Since 1943) kampus pertama yang dimiliki dan didirikan oleh bangsa Indonesia oleh tokoh-tokoh proklamasi kemerdekaan, pada School of Law atau Fakultas Hukum yang juga tertua di Indonesia dengan akreditasi A pertama (Sumber:Prof. M. Mahfud MD), berkonsentrasi pada politik bisnis dalam Hukum Bisnis dengan kajian politik hukum pembangunan alhamdullilah akhirnya dalam waktu 12 bulan dapat meraih predikat Summa Cum Laude dengan IPK. 3.93.

Di masa depan, Bima ingin menjadi seorang pengajar yang mencerdaskan bangsa. Mengajar itu bagaikan memulai karya kecil yang akan berdampak besar di kemudian hari. Jika memang suatu hari Indonesia memanggil, Ia pun siap untuk berkontribusi lebih jauh. Baginya, semua proses yang dihadapi dalam hidup adalah sebuah pembelajaran.