Arni Sihombing

Tiba-tiba aku merasa ada sakit yang teramat menyesakkan. Kutatap cermin yang berdiri tegak di sisi tempat tidur dan aku melihat dengan jelas kerutan di dahiku yang seakan menggambarkan rasa sakit itu. Semakin lama rasa sakit itu semakin memuncak, semakin menjadi-jadi. Sakit sekali.

Berkali-kali kupastikan bahwa aku takkan menangis hanya karena terlalu lelah menghadapi sikap egois orang yang sangat aku sayangi. Namun aku tak kuasa menahan buliran bening itu jatuh dari sudut bibirku.. jiaaaahh...aku ences........ (ishhh...jorok....)