Bambang S. Soedjadi

Yang belajar FOKUS dari KETIDAK FOKUSANnya selama ini. Ia memiliki semangat yang tinggi, impulsif, responsif terhadap emosi dan memiliki kemampuan pengamatan yang jeli. Ia pun cukup banyak memiliki sumber pemikiran dan ide-ide yang berasal dari alam bawah sadarnya, untuk selanjutnya di ungkapkan ke alam sadar. Ia dapat dengan segera mengeneralisasikan ide-ide tersebut dengan cepat. Karena memiliki sikap yang fleksible; Ia dapat menyelesaikan berbagai persoalan dengan berbagai pendekatan. Ia pun tak segan-segan untuk membuang kerangka acuan yang telah disusun untuk diganti dengan kerangka acuan lain yang lebih baik. Pada intinya Ia bersedia mengubah berbagai kerangka pendekatan untuk mengatasi suatu persoalan dan lebih dari itu Ia cepat beradaptasi terhadap perkembangan baru. Ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang "aneh", jarang dihadapi atau baru; dengan rasa keingin tauan itu, Ia dapat mengatai masalah secara jernih untuk kemudian di pecahkan. Sifat keingin tahuaannya tidak hanya terfokus pada bidang yang digeluti saja tapi meluas ke berbagai bidang lain. Dia tidak hanya melihat objek saat bekerja tapi juga berusaha untuk mengetahui mengapa dan bagaimana hasil kegiatan suatu objek yang saling berhubungan, sebagai mana Ia lihat dan rasakan. Ia mampu membuahkan pemikiran yang orisinil, sangat tanggap terhadap kebutuhan orang lain, tidak alergi terhadap kritik dan saran, bersikap toleran, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan sadar kesulitan tidak menutup pintu kesuksesan. Dia sering dianggap petualang, berbuat sesukanya tanpa mengindahkan peraturan dan "sukar diatur" karena meyakini bahwa peraturan atau kebijaksanaan tidak harus mutlak diikuti. Terkenal karena sikapnya yang terus terang, dan bicaranya sangat singkat dan langsung. namun otaknya brilian. Birokrat-birokrat di tempatnya bekerja tidak menyukainya karena sikap kerasnya merupakan ancaman buat mereka. Mempunyai dedikasi penuh terhadap pekerjaan dan memiliki kekuatan watak yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan baik. Dia menghadapi rintangan dengan sikap positif, baginya hal yang tidak mungkin hari ini besok mungkin bisa menjadi biasa. Ia petualang namun pragmatis, Ia tak pernah kecewa mauapun terpukul karena kemunduran yang sementara, Ia hanya menyingsingkan lengan dan mencoba kembali. Seperti intrapreneuship lainnya, Ia juga punya "MUSUH" dalam hal inilah, Ia memerlukan petunjuk untuk dapat memperbaiki sikap supaya bisa lebih diplomatis. Ia bukan saja harus