banyu ahmad

MUTIARA

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengaduh kesakitan pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "anakku" kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga ibu tak bisa menolongmu. sakit sekali, aku tahu anakku. kuatkan hatimu. kerahkan semangatmu melawan rasa nyeri yang menggigit. balutlah pasiritu dengan cairan perutmu. hanya itu yang bisa kuperbuat, kata ibunya dengan sendu. anak kerangpun melakukan nasihat bundanya. kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya, dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamnya. tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. makin lama makin halus. rasa sakit pun mulai. dan semakin lama mutiaranya semakin besar. akhirnya sudah sekian tahun, sebutir muiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. penderitaannya berubah jadi mutiara, air matanya berubah menjadi sesuatu yang berharga. sebagai hasil derita bertahun-tahun, kerang itu kini, lebih berharga di bandingkan jutaan kerang rebus di pinggir jalan!!!!!!

silahkan simpulkan dan renungkan bagaimana kisah se.ekor kerang yang berjuang dalam p'jalanan hidup'a bagi "ANDA" yang berpikir jauh k'depan semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua sekian dan terima kasih.

Banyu Ahmad Dzulkifli