rahmat fauzi
"ada yang menghabiskan hidupnya terbaring lemah diatas trotoar,
ada pula yang menghabiskan hidupnya ditengah kemunafikan hidup,
namun aku ingin menghabiskan hidupku dengan menghadirkan sejuta kebahagiaan untukmu.
ada yang mati bersimbah darah di pinggir kota gaza,
ada pula yang mati terinjak, tergilas oleh kerasnya hidup,
namun aku ingin mati dipelukanmu, disaksikan oleh anak cucu kita, tanpa tangis dan air mata, dan hanya senyum yang menghiasi kamar kita.
jika hidup adalah selembar kertas putih, maka dirimu adalah warna-warni terindah yang Tuhan ciptakan untuk menghiasi hidupku yang semu.
mimpikah aku, fatamorganakah yang aku alami. Tuhan aku ingin selalu seperti ini, salahkah jika aku menutup mata?