Ceuno
Bekasi, Indonesia
Dengan berkembangnya teknologi informasi dan gadget saat ini, membaca bisa dilakukan tanpa melalui buku. Informasi sangat mudah diakses di dunia maya, bahkan lebih banyak dari sekedar membaca buku. Anggapan bahwa budaya membaca sudah mulai luntur, agaknya sedikit terpatahkan dengan fakta bahwa sumber atau media baca masyarakat sudah beralih sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Kini Budaya membaca seolah “Naik Kelas”, dari sekedar membaca buku, beralih ke media baca berbasis online, seperti e-book, blog, laman-laman website yang semakin memanjakan pembaca untuk dapat memperoleh informasi apapun yang diinginkan. Masyarakat bisa menyimpan dan mengaksesnya dengan mudah melalui gadget seperti, handphone, Komputer, Laptop dan Tablet. Bahkan bagi para mahasiswa maupun peneliti, jurnal-jurnal penelitian yang biasa dijadikan sumber referensi, kini juga disajikan dalam bentuk online.
Meski arus global yang banyak memasukkan unsur teknologi saat ini sedang menggema di mana-mana, sebuah buku yang secara awam terkesan manual karena masih dianggap paper-based, tetap tidak akan kalah pamor. Hal tersebut dikarenakan sebuah proses pembelajaran yang panjang sepanjang masa tidak akan pernah lepas dari kegiatan membaca yang di dalamnya sangat kental melibatkan peran buku. Sejarah telah bertutur bahwa di masa lampau, nenek moyang kita dengan sungguh-sungguh menyempatkan diri untuk menuliskan ilmu pengetahuan ataupun pesan penting di zaman itu pada batu, kulit binatang, kayu, ataupun daun, bahkan dibuat prasasti. Hal itu menunjukkan pada kita bahwa peranan media tulis yang kemudian dibaca banyak orang menjadi sedemikian penting, sehingga tak heran bila warisan budaya masa lampau sampai hari ini masih merupakan barang berharga yang mendatangkan added value. Buku akan tetap berjaya dalam kebudayaan masa kini, bergantung pada bagaimana manusia menempatkan tataran buku menjadi bagian dari sebuah kebudayaan modern.