Di Balik Layar Nusantara

Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar

Di Balik Layar Nusantara

Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar

Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar adalah buku memoar dan nonfiksi karya Dian Rana yang diterbitkan pada tahun 2026. Buku ini mendokumentasikan perjalanan hidup penulis sekaligus pengalamannya mendokumentasikan tahap awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara independen.[1]

Buku ini menyajikan perspektif seorang warga yang terlibat dalam dokumentasi pembangunan IKN dari luar struktur formal proyek. Selain mengisahkan perkembangan IKN, buku ini juga memuat perjalanan hidup penulis sejak masa kecil hingga keterlibatannya dalam dokumentasi pembangunan ibu kota baru Indonesia.[2]

Latar belakang

Buku ini berangkat dari pengalaman pribadi Dian Rana sebagai dokumentator independen yang secara mandiri mendokumentasikan pembangunan IKN sejak tahap awal. Keterlibatan tersebut bermula dari rasa penasaran terhadap perubahan besar yang terjadi di Kalimantan Timur dan berkembang menjadi upaya dokumentasi jangka panjang mengenai dinamika pembangunan dan perubahan sosial di kawasan IKN.[2]

Kepala Otorita IKN periode 2022-2024, Bambang Susantono, menyatakan bahwa buku tersebut dapat melengkapi narasi pembangunan IKN melalui sudut pandang masyarakat yang mengalami langsung proses transisi pembangunan.[1]

Isi

Buku ini dibagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu ''Akar Kehidupan'', ''Jalan Panjang'', dan ''Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar''.[2]

Bagian ''Akar Kehidupan'' mengisahkan masa kecil penulis di lingkungan desa transmigrasi serta berbagai pengalaman yang membentuk pandangannya terhadap kehidupan dan perubahan sosial. Bagian ''Jalan Panjang'' mendokumentasikan berbagai fase kehidupan penulis, termasuk pengalaman keluarga, pekerjaan, dan berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi.[2]

Bagian terakhir berfokus pada pengalaman penulis mendokumentasikan pembangunan IKN secara independen. Dalam bagian ini, penulis mengisahkan berbagai tantangan selama melakukan dokumentasi, termasuk keterbatasan akses, tekanan untuk menghapus dokumentasi, serta meningkatnya perhatian publik terhadap karya-karyanya di media sosial.[2]

Penerbitan

Buku ini diterbitkan dalam dua format, yakni buku elektronik dan edisi cetak. Versi buku elektronik diterbitkan dalam tiga seri terpisah, sedangkan edisi cetak menghimpun keseluruhan narasi dalam satu volume.[2]

Seniman Nyoman Nuarta, perancang Istana Garuda, dilaporkan mendukung penerbitan buku tersebut dengan membeli 100 eksemplar.[1]

Penerimaan

Pada 20 Mei 2026, BYC Library Universitas Djuanda menyelenggarakan bedah buku ''Di Balik Layar Nusantara'' dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi, di antaranya Aal Lukmanul Hakim, Nurwati, dan Achmad Jaka Santos Adiwijaya sebagai penanggap.[2]

Dalam forum tersebut, para akademisi menilai buku tersebut memiliki nilai sosial dan historis karena menghadirkan dokumentasi pembangunan IKN dari sudut pandang warga biasa. Achmad Jaka Santos Adiwijaya menyebut buku tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat menjadi saksi sekaligus bagian dari sejarah pembangunan nasional, sementara Aal Lukmanul Hakim menilai buku tersebut menyajikan catatan autentik mengenai perubahan yang terjadi di IKN.[2]

Distribusi

Buku ''Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar'' didistribusikan dalam format cetak dan digital. Edisi cetak tersedia melalui sejumlah platform perdagangan elektronik, antara lain Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Amazon. Sementara itu, versi digital buku ini tersedia melalui