pandedo situmorang

Akademi Aeronautica Dirgantara Bandung in Indonesia

Visit my website

Ohh God.. semoga di tengah kesibukanmu mengurusi berbagai hal kamu punya waktu untuk mendengar. Ijinkan kali ini aku duduk di sampingMu. Bersandar manja sesaat di bahuMu. Sebab kadang aku tidak tahu bisa dapat kekuatan dari mana lagi selain dari situ.

Makin dewasa, hidup ternyata tidak jadi lebih mudah ya Tuhan? Sampai hari ini aku masih belum mengerti soal banyak hal. Mau jadi apa, harus membawa hidup ke arah mana, sampai kelak berbagi hidup dan mencari teman hidup dengan siapa. Tapi satu yang pasti — aku tahu Kamu ada.

Kau satu yang selalu bertahan di akhir hari. Walau jelas mengurusiku kadang mengesalkan sekali

KAMU BERTAHAN. MESKI AKU MENYEBALKAN ..

Tidak mudah punya hamba seperti aku ini, Tuhan. Banyak mintanya. Sedikit perbuatan baiknya. Jarang pula menyapaMu di waktu yang seharusnya sudah jadi kesepakatan kita bersama. Sementara Kamu selalu datang dengan berlari saat dipanggil, aku baru datang setelah sakit hati sampai menangis hingga menggigil.

NAMUN KAMU SELALU ADA,JANJI MU ADIL..

Dengan tingkat konsistensi macam ini, aku yakin Kamu lah yang layak jadi sandaran di akhir hari. Bahkan kawan terbaik pun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah bisa membuat sakit hati. Tapi Kamu selalu murah hati dan sabar sekali. Sampai memilih untuk tidak pergi.

Saat ini aku belum tahu sedang Kau bawa ke mana. Tapi sederhana saja. Tolong ajari aku percaya bahwa Kau punya rencana

TOLONG AJARI AKU PERCAYA..

Kadang saat melihat road map hidupku aku sering tertawa geli. Mau Kau bawa ke mana aku ini? Rasa-rasanya jika hidupku ini CV berbagai kegiatan di dalamnya sudah tidak bersinggungan sama sekali.

Kamu membiarkanku menjajal banyak hal. Menceburkanku dalam berbagai kegiatan agar aku makin tangguh dan pejal. Di situ banyak orang anyar yang kukenal. Kesempatan baru terbuka, kemudian jalan hidup terasa makin absurd saja.

Bukan cuma sekali aku bertanya. Sesungguhnya Kamu ini punya rencana apa? Kenapa kamu membiarkanku masuk ke Jurusan Teknik, bukan musik. Jika di akhir hari bermain musik lah yang jadi sumber ketenangan hati. Kenapa Kamu membiarkanku masuk ke pekerjaan yang harus perlahan merintis semua dari nol bersama-sama..

Ah…tapi kuminta tolong buat aku selalu percaya bahwa Kamu selalu punya rencana.

Kuserahkan urusan masa depan, tetek bengek kecemasan, sampai soal dia yang kelak bisa diajak berbagi beban. BahuMu kuat Tuhan. Aku yakin Kamu tak keberatan..