Faril Lukman
terpejam di pagi hari dalam hangatnya fajar, tak bisa berdiri dengan cahaya terang benderang, mengistirahatkan pandang di senja yang meradang, hanya mampu bertahan di kesunyian rembulan.
terpejam di pagi hari dalam hangatnya fajar, tak bisa berdiri dengan cahaya terang benderang, mengistirahatkan pandang di senja yang meradang, hanya mampu bertahan di kesunyian rembulan.