Galih Satrio Nugroho
Semarang, Indonesia
Galih Satrio Nugroho
Semarang, Indonesia
Galih yakin bahwa setiap manusia yang diturunkan ke dunia memiliki perannya masing-masing. Dan setiap dari kita memiliki kesempatan untuk menjadi khalifah yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk menebar kebaikan, banyak sekali cara yang dapat dilakukan; entah itu melalui hobi, pekerjaan, dan yang paling penting adalahpassion.
Hari ini muncul banyak sekali anak-anak muda kreatif di berbagai bidang untuk memberi kebermanfaatan untuk sesama. Mulai dari baru berupa gerakan rintisan hingga sederhana namun mapan. Indonesia di masa depan adalah cerminan anak mudanya yang berkarya di hari ini. Galih berusaha untuk menjadi bagian dari kebaikan dengan cara berkontribusi di HMM (2013&2014) sebuah organisasi tingkat jurusan dan FFI Semarang (2014) yaitu komunitas skala nasional dengan chapter di kota asalnya. Selain itu, Galih mencipta Smansadipo (2013) sebagai wadah inspirasi alumni SMA N 1 Semarang yang siap menjadi supevisi di kampus.
"Serendah-rendahnya tingkat memberi perubahan adalah dengan mengubah cara berpikir," berangkat dari hal tersebut --Galih menjadi suka menulis dan membingkai segala kenangannya di sebuah blog sederhana. Melahirkan buku kumpulan prosa 'Putih' (2014) dan 'Pluviophile' (2014) membuatnya lebih ingin berbagi melalui tulisan dan public speaking di berbagai tempat.
Menebar kebaikan harus pula didampingi kemampuan akademis, spesialisasi Pembangkit Listrik di Universitas Diponegoro membuatnya ingin menerangi Indonesia sampai pelosok negeri.