Mochammad Faisal Karim

Saya percaya bahwa bangsa besar dibangun oleh para pemuda yang memiliki visi kepemimpinan. Sejarah para pendiri bangsa ini telah menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam membentuk Indonesia modern. Menyitir Adam Smith, bukankah cerita kebesaran sebuah bangsa tak lain merupakan akumulasi narasi kontribusi individu-individu yang berada di dalamnya dan bukan kisah sukses manusia-manusia besarnya? Dan saya percaya berperan kontributif bagi bangsa ini dapat dilakukan dengan kapasitas yang kita miliki.

Selama menjadi mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik, saya bertekad untuk membuat ilmu yang saya pelajari di kelas menjadi sebuah praksis di masyarakat. Hal ini saya terapkan tatkala saya menjadi aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa dan Ketua Umum (pjs) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FISIP UI serta Ketua Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) UI.

Setelah lulus dari Universitas, saya mendapatkan kesempatan luar biasa untuk berkontribusi bagi Indonesia dalam ruang lingkup yang lebih luas yakni politik nasional sebagai Tenaga Ahli. Saya menerima tawaran tersebut karena saya melihat ada peluang bagi saya untuk berkontribusi mengingat latar belakang keilmuwan saya yang fokus pada Hubungan Internasional.

Setelah lebih dari tiga tahun mengukir kontribusi di parlemen dan dunia politik, saya kembali mencoba berkontribusi di bidang yang selalu menjadi minat dan gairah saya yakni bidang riset dan pendidikan.

Kedepan saya memiliki cita-cita untuk berkontribusi bagi bangsa melalui pengembangan ilmu Hubungan Internasional di Indonesia sebagai Profesor bidang Hubungan Internasional. Sebagai salah satu negara yang dikategorikan sebagai emerging power, Indonesia memiliki peran yang strategis di dalam percaturan ekonomi dan politik global. Saya berharap, saya mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi memperbesar peran Indonesia di arena global.