susi susanti

SUSI SUSANTI. That's my name. Saya tau, ingatan kalian pasti akan meluncur pada sebuah sosok yang begitu melegenda di Indonesia, pemain bulutangkis kita, Susi Susanti. Yah, ibu saya (baca:emmak) memang sengaja memberi saya nama itu (2 tahun awal nama saya Nofri Santi) dengan harapan kelak saya bisa menjadi sejarah kebaikan dan akan selalu dikenang, mengharumkan nama bangsa. Sungguh, cita-cita dan harapan yang tinggi. Tapi hal inilah yang membuat saya menjadi terpacu untuk berbuat yang terbaik. Ok, itu untuk nama lengkap saya. ICHI/ICHIGO. Itu nama panggilan saya. Heran? Haha.. Sejak SMP saya senang sekali bermain dengan anak ingusan (beneran masih keluar ingusnya) dan mereka belum bisa memanggil nama saya dengan baik dan benar, sehingga yang terdengar adalah cicicici. Akhirnya, sejak SMA saya pun memutuskan untuk dipanggil dengan nama ICHI/ICHIGO... Nama ini pun punya filosofinya. ICHI means ONE (berharap menjadi yang terbaik) dan ICHIGO artinya strawberry dan strawberry identik dengan pink dan pink adalah warna favorit saya..begitulah singkatnya, Saya lahir di BandarLampung tapi darah saya murni Bugis. Sebagian besar hidup saya dihabiskan di tanah rantauan , Kupang, NTT. Negeri yang kering tapi menyisakan begitu banyak kenangan manis. Sekarang saya duduk di bangku kuliah, mengambil studi silvikultur fakultas kehutanan. Tentang achievement dan lain sebagainya,, lumayanlah, meski tidak bisa dikatakan banyak dan menyamai mapres2.. Bagi saya, yang seperti itu cukup untuk pengalaman...

Turki adalah impian saya saat ini. Entah mengapa, saya begitu terobsesi dengan negeri ini. Dimulai dari sosok Harun Yahya yang sangat melekat dalam pikiran saya setelah membaca bukunya DEEP THINKING. Beliau orang Turki dan memulai perjuangannya di negeri yang sekuler ini hingga pada akhirnya sekarang Turki mulai mengalami perubahan. Saya ingin sekali bertemu Harun Yahya dan melihat indahnya negeri dengan kekhilafahan Islam terakhir. Saya begitu terobsesi dengan Aya Sophia. Bahkan saya sudah memutuskan untuk menjadi diplomat di sana (Jika Allah mengabulkan). Selain itu, saya juga ingin menjadi seorang HAFIDZAH,ya, penghapal Al-Qur'an dan mampu memahami maknanya. Saya pikir itu adalah kado terindah dari seorang putri kepada ibundanya. Lalu saya juga ingin menjadi seorang entrepreneur, berusaha berpijak dari tangan dan kaki saya sendiri. Kemudian mendirikan yayasan untuk yatim piatu, anak2 berkebutuhan khusus, anak jalanan dan pemberdayaan wanita.