Intan Herwinda
Intan Herwinda Yufaridewanti adalah seorang perempuan yang lahir di Bandung tanggal 1 Maret tahun 1995 tetapi tinggal di Bekasi karena kedua orang tuaku bekerja di jakarta. Lahir menjadi anak berdarah sunda, karena ibu dan ayah lahir di kota yang sama denganku. Anak perempuan pertama, mempunyai seorang adik yang berselisih 4 tahun dari umurku. Aku hidup di dalam keluarga kecil, yang hanya beranggotakan 4 orang. Menjadi anak pertama itu tidak mudah, harus bisa menjadi panutan adiknya, harus bisa jadi contoh yang baik, dan selama ini belum merasa bisa memenuhi itu semua, tidak hanya itu, bisa menjadi andalan orang tuaku selagi orang tuaku kerja, karena ibu dan ayah sama sama mencari nafkah.
Hobby, terlalu "mainstreem", singing, drawing anything i want to draw, and trying to be creative's People. Untuk Hobby yang terakhir memang agak tertutup, selalu buat sesuatu yang baru tapi tidak ingin semua orang tau tentang itu. Pernah menjadi ketua "mading" pada saat duduk di bangku SMP satu-satunya kegiatan sampingan yang aku lakukan diluar rumah selain menjadi anggota paduan suara sampai saat ini. Aku merasa itu tidak begitu penting untuk di "publish", karena sebenarnya dari sejak kecil cita-citaku hanya ingin menjadi penyanyi, tidak untuk yang lain, itulah mengapa aku hanya ingin bergabung dengan hal yang berhubungan dengan menyanyi. Ibuku selalu bilang kalau aku punya kemampuan dalam hal menggambar, tapi aku rasa tidak. Aku tidak begitu tertarik dengan hal menggambar, tapi saat ini baru menyadari ternyata mempunyai banyak kemampuan itu penting.
Menjadi perempuan berjilbab, hal selanjutnya yang menurutku sulit dalam sepanjang hidupku. Berkeputusan memakai jilbab sangat-sangat tidak mudah, apalagi di usia 18 tahun, disaat-saat masih menjadi remaja yang labil. Awalnya aku menolak dan tidak pernah berfikir bahwa aku akan memakai jilbab. "norak", "jadul", "panas" dan masih banyak lagi hal yang ada dipikirkanku. Tapi seiring bertambahnya umur dan banyak masukan-masukan dari orang terdekat yang menjadi inspirasiku aku merubah pikiranku. Awalnya pula ibuku melarangmu untuk memakai jilbab pada saat itu, karena takut nanti aku berubah pikiran dan membuka jilbab lagi, dan itu sangat berdosa. Keputusanku berjilbab sudah bulat, saat-saat menjelang ujian nasional SMA aku resmi berjilbab. Banyak yang mengatakan bahwa jilbabku hanya sementara, jilbabku hanya dalam rangka menghadapi ujian nasional saja, tapi saat ini aku bisa membuktikan bahwa aku serius.