Dika Irawan
Bekasi
Dodol jeger dibuat dengan tetap mempertahankan cara tradisional, menggunakan tungku api. Temperatur apinya terus dijaga. Kemudian dimasak kurang lebih enam jam sehingga tercipta lah rasa yang istimewa di lidah.
Kami memilih bahan baku berkualitas. Seperti dalam memilih kelapa, kami menggunakan kelapa tua, karena dari sanalah santan yang baik dihasilkan. Santan itulah yang nantinya memunculkan aroma khas pada dodol.
Selanjutnya Dodol Jeger dapat bertahan sekitar satu minggu bahkan lebih. Rahasianya terletak pada kualitas minyak santan yang baik dan matang yang menjaga dodol tetap awet, bukan pada pengawet makanan. Semakin lama disimpan dodol semakin keras, nah pada saat itulah rasanya semakin nikmat. Kebiasaan masyarakat betawi menggoreng dodol yang keras itu dengan campuran tepung seperti goreng pisang, atau ubi, rasanya pun tak kalah hebat.
Dodol Jeger sudah diproduksi sejak tahun 2003. Saat itu belum ada nama merk Dodol Jeger pada produk kami. Hanya membuat dodol untuk memenuhi permintaan konsumen menjelang mudik, lebaran, dan acara nikahan. Konsumennya pun terbatas pada keluarga dan rekanan.
Melihat permintaan dodol semakin meningkat, dan untuk meningkatkan kepuasaan konsumen. Maka usaha dodol kami pun mulai berbenah ke arah yang lebih maju. Maka mulailah kami memberikan merk Dodol Jeger pada produk kami. Ketika Anda menikmati dodol kami merasakan “Jeger” pada tiap gigitannya.