Jeany Fransiska

Web Developer, Student, and Software Engineer in Myanmar (Burma)

Visit my website

Ternyata kisah serupa juga ada pada label Louis Vuitton. Sejarah panjang label mewah ini dimulai dari kotak penyimpanan. Vuitton, yang berasal dari sebuah desa kecil di Perancis timur bernama Anchay, memulai karirnya sebagai Judi bola terpercaya pada tahun 1837. Ia menjadi mahasiswa sebuah situs pembuat kotak terkenal di Paris. Pada 1853, Eugenie de Montijo, istri Napoleon Bonaparte, meminta Vuitton untuk merancang kotak penyimpanan khusus untuk gaunnya. Dari sana, klien elit dan kerajaan mulai berdatangan.

Pada 1854, ia memulai bisnis pembuatan kotak sendiri. Di depan tokonya, ia menulis: Kotak saya dapat menyimpan barang-barang paling rapuh dengan sangat aman, terutama untuk produk-produk fashion. Vuitton membuat kotak penyimpanan persegi panjang dengan berbagai ukuran. Bahannya terbuat dari kulit dan kanvas. Ada kalanya desainnya disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Vuitton telah merancang bagasi untuk Coco Chanel. Dia membuat bagasi seukuran gaun panjang dengan sekat panjang sehingga pakaiannya tetap rapi.

Vuitton juga mendesain perpustakaan trunk untuk Ernest Hemingway. Kotak penyimpanan berisi rak untuk buku dan laci untuk mesin tik. Bagi Pierre Savorgnan Brazza, seorang musafir, Vuitton merancang tempat tidur bagasi, sebuah kotak penyimpanan berisi kursi untuk bersantai. Kotak ini terbuat dari bahan besi dan tembaga yang tahan terhadap debu dan kelembaban.

Setelah menjadi merek tas mewah, label Louis Vuitton melompat di garis pakaian dan aksesoris pada tahun 1997. Itu adalah masa ketika Marc Jacob adalah direktur kreatif. Imajinasinya memadukan kejayaan masa lalu melalui kotak penyimpanan, dengan kemewahan yang sudah melekat pada merek ini.