Kabul Prasetyo
Salam cinta kasih,
Dunia ini mengharuskan saya terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat bijaksana. Beliau adalah sosok yang sangat saya kagumi. Bersama ayah beliau membesarkan saya di tanah perantauan, Ruwai Jurai. Dengan segala keterbatasan saya, saya berusaha menunjukkan taji di atas pentas kehidupan ini. 18 tahun saya telah mengenal dunia yang usianya telah bermilyar tahun ini. Mencoba mengenali setiap kejadian di dunia ini dengan bimbingan dan dorongan dari keluarga saya.
Saya hanyalah rakyat jelata dari kasta paling rendah. Namun jangan salah keluarga saya mendidik saya menjadi seorang yang tak bisa dipandang dari kasta. Mendidik saya untuk menjadi orang yang bisa mengenal dunia ini. Saya tak akan tertelan ganasnya dunia ini.