marsyad17 marsyad17

Student, Writer, and Editor in Jawa Timur, Indonesia

Visit my website

MANFAAT SHOLAT

Sholat merupakan satu beban bagi semua muslim. Sebuah ibadah mulia yang mempunyai kedudukan krusial bagi keimanan seseorang. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan sholat laksana asas pada sebuah bangunan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibentuk di atas lima hal: membenarkan bahwa tidak ada pujaan yang berhak dipuja bersama tepat selain Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah utusan Allah, menunaikan sholat….” HR Bukhâri dan Muslim

Oleh karena itu, saat muadzin menyuarakan adzan, kaum mukminin berlomba-lomba mendatangi masjid-masjid Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersuci, lantas berjajar rapi di belakang imam sholat tahajud menyampaikan salam. Dan sesudah sholat, masing-masing larut pada aktifitasnya.

Mesti disadari bahwa semua amal baik menimbulkan hasil bagus kepada pelaku-pelakunya. Konsekuensi ini bakal semakin tinggi searah bersama keikhlasan dan kebenaran ibadah tersebut. Dan pernahkah kita bertanya, “seperti apa khasiat berasal dari shalatku?” atau “pernahkah aku merasakan khasiat sholat?”

Dari petuah beliau ini, kita bisa mengerti bahwa shalat yang dikerjakan dengan lurus bakal menimbulkan efek positif kepada pelakunya. Dan pada artikel ini, marilah kita menelaah manfaat shalat. Kemudian kita tanyakan kepada diri sendiri, sudahkah aku merasakan faedah shalat?

1. Sholat Adalah Simbol Kedamaian

Doa Shalat dhuha menunjukkan ketentraman hati dan kebersihan hati para pelakunya. Tatkala menunaikan shalat bersama sebenarnya, maka diraihlah puncak kebahagiaan batin dan asal semua ketenangan hati.

Seharusnya kita muhasabah diri, pernahkah kebahagiaan kayak ini kita dapatkan didalam tahajud kita? Sudah sangat banyak ibadah yang kita tunaikan, tetapi pernahkah kita menhayati manfaat berasal dari ibadah ini? Atau rutinitas ibadah yang kita tunaikan sehari-hari?

2. Shalat Adalah Cahaya

Gapailah sinar berasal dari ibadah. Ketahuilah, sinar shalat bukanlah sinar biasa. Dia sinar yang [dianugrahkan|dikaruniakan|diberikan} oleh Penguasa alam semesta ini. [Dianugrahkan|Dikaruniakan|Diberikan} untuk mengarahkan umat ke jalan yang lurus, yaitu arah kepatuhan kepada Allah Rabul ‘alamin.

Tatkala sudah, berarti shalat istikharah itu telah jadi asal sinar bagi keseharian kita. Itulah sinar pertama yang diperoleh seseorang di dunia.