mellisa yap
Director and Student in Jakarta, Indonesia
mellisa yap
Director and Student in Jakarta, Indonesia
Aku adalah seorang anak perempuan, si bungsu dari keluarga sederhana di Semarang. Dibesarkan dengan penuh cinta kasih dengan cara yang demokrat. Papa mama mengajarkanku untuk punya mimpi setinggi mungkin, punya cerita seseru mungkin, punya langkah sejauh mungkin. Mereka selalu berkata bahwa jarak hanya sebatas psikologis dan bisa diatasi dengan kecanggihan teknologi. Anyway, si papa lebih techno daripada anaknya.
Sudah cukup lama aku merantau dari Semarang. Tepatnya usia 17 tahun, saat aku memasuki kuliah di Bogor, di sekolah yang mempelajari Pertanian terbesar di Indonesia. Meskipun aku tak pernah bermimpi sebagai seorang Sarjana Peternakan, tapi studyku sepanjang 4 tahun ini membawaku mengenal Indonesia. Mengenal panggilanku untuk mengabdi pada negeri yang luar biasa dahsyat dan besar ini. Masa kuliah ada turning point buatku mengenal makna kehidupan. Mengenal sang Pencipta dan sang Penebus memutar haluan kemudi hidupku sepenuhnya.
Memiliki orang tua yang mendukung anaknya menjadi yang terbaik dalam kendali penuh sang Pemilik Kehidupan adalah anugerah besar buatku. Karir pertamaku di sebuah perusahaan Management Consulting di Jakarta membawa cerita hidupku bergulir semakin indah. Bertemu dengan pemimpin pemimpin yang cinta Tuhan dan ingin mewujudkan mimpi tim-nya adalah anugerah selanjutnya yang kuterima. Melalui mereka aku mengerti artinya melangkah, menghidupi, dan menyelesaikan panggilan -- tak peduli seberapa besar harga yang harus dibayar.
Belum lama aku menyelesaikan study pasca sarjanaku. Sekali lagi, tidak pernah kubayangkan akan menjadi Master of CSR. Mujizat demi mujizat kualami. Untuk itulah Mel's Note ini ada untuk menceritakan setiap kisah ajaib yang kupelajari dan kualami. Aku berharap setiap catatan kecil ini dapat mengingatkanku setiap kali aku lelah dan mulai melambat. Pun aku berharap setiap orang yang sempat membacanya bisa sama-sama belajar dan mendapatkan suatu insight dari kisahku.
Mari terus belajar, mari terus naik kelas. Ada banyak kisah yang bisa diceritakan. Because everyday is a chance to create a legacy for someone's life.