Muhammad Areev

Banda Aceh

Assalamu’alaikum,Nama saya Muhammad Arif, lahir tanggal 04 Desember 1996, anak ke3 dari 7 bersaudara. Dari lahir sampai sekarang saya tinggal di desa lamdaya kec.ingin jaya, Aceh besar NAD,saya tinggal serumah bersama 6 saudara serta kedua orang tua saya dan nenek saya. Pendidikan saya dimulai dari TK, Min , SMP ,dan saat saya menulis ini saya masih duduk di bangku SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan)
Ketika saya masuk pendidikan jenjang SMP saya masuk pondok pesantren modern di Al-Falah abu lam-u, salah satu pesantren di sekitar perkampungan saya, di pesantren itulah saya banyak mendapatkan nilai-nilai dalam kehidupan, di pesantren itu saya dilatih mandiri, disiplin, menghargai waktu,hidup sederhana dll, walaupun tidak banyak ilmu yang saya dapatkan disana karena saya dulu bisa dibilang seorang pembangkang, saya sering cabut pesantren, dan seperti biasa kalau di pesantren hukuman orang yang cabut “botak” kalau tidak salah sudah 7 kali saya botak di pesantern dari kelas 1 sampai kelas 3. Walaupun sudah 7 kali botak bukan berarti saya selalu ketauan dalam cabut banyak juga saya cabut dari pesantren yang tidak ketauan bisa dibilang kalau masalah cabut saya sudah profesional.he he he .
Meskipun sering cabut pesantren sebenarnya itu bukan karakter asli saya, di dalam pesantren saya patuh kepada peraturan, saya jarang kena mahkamah (agak muji diri dikit!!). di pesantren saya juga seorang pendiam, pemalu .Namun karena pengaruh teman dan ketidak betahan saya di pesantren membuat saya berani melakukan hal-hal demikian. Kehidupan di pesantren adalah kehidupan yang paling terkesan dalam hidup saya saat ini.
Setelah lulus pendidikan tingkat SMP di pesantren saya melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 2 Banda Aceh jurusan TKJ , di SMK belum ada hal-hal yang paling terkesan bagi saya, di SMK sangat berbeda dengan saya di pesantren, di pesantren saya banyak mendapatkan tantangan- tantangan dalam hidup saya. yang paling menyenangkan dalam tantangan itu adalah ketika kita terbebas dalam tantangan itu. Intinya, dari pendidikan saya dari Min sampai SMK saya bukannlah seorang yang pandai dan bukan pula seorang yang bodoh, saya hanya orang yang biasa-biasa saja dalam masalah pendidikan atau sederhana, dan saya bangga menjadi seorang yang sederhana karena kata Rasulullah “khairul umuri ausathuha” sebaik-baiknya perkara adalah pertengahan.
Saya dulu pernah bercita-cita menjadi seorang pamain bola profesional dari kelas 1 Min sampai seka

  • Work
    • student
  • Education
    • SMK Negeri 2 Banda Aceh