Nadia Roro Lembayung
Perempuan bernama asli Nadya Roro Lembayung ini lahir di Jakarta, 2 April 1989. Namanya berubah menjadi Nadia karena ada kesalahan pada penulisan ijazah oleh guru wali kelasnya ketika Sekolah Dasar dan berimbas hingga sekarang. Dia dibesarkan dari Kakek yang merupakan Jenderal Militer pada masanya dengan seorang Ayah mantan karyawan batubara yang akhirnya memilih membuka perusahaan keluarga di bidang kontraktor yang kini sudah tidak produktif lagi serta dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang sangat baik dan tangguh yang sekarang sedang mencoba membuka usaha dibidang fashion.
Masa mudanya dihabiskan untuk makan bangku pendidikan dan aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan. Beberapa kegiatan olah raga juga pernah ditekuninya walau sadar tubuh gempal keturunannya itu tidak akan pernah serta merta akan menyusut.
Dari kecil perempuan ini sudah menggemari seni tari yaitu balet, dengan postur yang tidak memungkinkan tetapi ambisi yang kuat dia sering menggelar panggung untuk pertunjukannya sendiri di rumah.
Mimpi-mimpi gila dan liar masa mudanya antara lain: menjadi anak angkat Robert Budi Hartono, membuat usaha kontrakan jam-jaman, menjadi model majalah pria dewasa hingga ingin membuat agency untuk produksi AV.
Dengan latar belakang pendidikan yang setengah komputer dan setengah akuntansi tidak membuat dirinya menjadi pribadi yang kaku seperti stereotipe yang berkembang. Passionnya malah lebih condong terhadap dunia yang berbau media, menuntunnya untuk berkarya di perusahaan dan industri sejenis itu.
Perempuan yang menggilai laki-laki berambut panjang ini mempunyai paham bahwa lebih baik tinggal bersama tetapi cinta daripada menikah tetapi tidak bahagia. Perempuan yang melawan normal dan moral bahwa seorang muslim sesungguhnya boleh memakan daging babi asal berbuat baik terhadap sesama.
Perempuan rumit dan selalu melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda ini bisa ditemui di www.nadiarorolembayung.blogspot.com atau ocehannya melalui twitter di @rorolembayung