Nicholas Parry

Pesan Nasi Tumpeng datang dari kebiasaan purba orang-orang Indonesia yang memuliakan gunung juga sebagai tempat bersemayam beberapa hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Sesudah orang-orang Jawa berpedoman serta di pengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang diciptakan berupa kerucut ditujukan untuk mengikuti bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi. Walau kebiasaan

Pesan Nasi Tumpeng sudah ada jauh saat sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, kebiasaan tumpeng pada perubahannya diadopsi serta dihubungkan dengan filosofi Islam Jawa, serta dikira juga sebagai pesan leluhur tentang permintaan pada Yang Maha Kuasa. Dalam kebiasaan kenduri Slametan pada orang-orang Islam tradisional Jawa. Pesan Nasi Tumpeng adalah sisi utama dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri yaitu bentuk rasa sukur serta terima kasih pada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen serta barokah yang lain. Lantaran mempunyai nilai rasa sukur serta perayaan,