Refrain FIrllandi

Art Director, Writer, and Architect in Jakarta, Indonesia

Refrain FIrllandi

Art Director, Writer, and Architect in Jakarta, Indonesia

Read my blog

Refrain firllandi, yang lebih akrab disapa illand atau Rai oleh teman - teman nya.
Dikeluarga dia lebih akrab dipanggil Edu atau Edward, nama yang diberikan kakeknya dengan harapan bahwa dia akan menjadi lelaki yang melindungi.

Rai menghabiskan masa anak - anaknya bersama kakek dan neneknya.
Seperti kebanyakan anak, Rai tumbuh menjadi pribadi yang nakal namun pemalu.
Ia tak pernah menyukai sorot kamera, dan selalu bersembunyi ketika akan difoto.

Kini Rai telah beranjak dewasa,
meskipun ia sendiri enggan untuk mengakui menjadi orang dewasa.
Baginya ia masihlah tetap sama,
Masih anak bodoh yang penuh dengan keingin-tahuan.

Rai sangat menyukai anak - anak,
Selalu ada harapan disorot mata dan semangat yang menyala - nyala,
Ada impian yg diterbangkan tinggi,
Sesuatu yang akan dirindukan ketika tumbuh dewasa.
Namun disisi lain, melihat anak - anak bagi Rai seperti melihat dirinya,
Melihat kembali ke dirinya bagaimana ia menghabiskan masa kecilnya.

Rai percaya bahwa yang namanya hidup tak lepas dari berbagai pilihan,
Dan dia pun percaya tak ada yang namanya salah pilih, selama seseorang itu mampu mempertanggungjawabkan pilihannya.

Baginya, benar bila manusia tak bisa memilih dari rahim siapa mereka akan dilahirkan, dari suku mana mereka berasal, dan bagaimana warna kulit mereka.
Tapi ketika tangisan seorang bayi menandai kehadiran nya dikefanaan dunia,
Sejak hari itu sejatinya seorang bayi berhak untuk memilih kehidupanya.
Memilih mainan yang dia suka, makanan yang dia suka, teman - teman yang dia suka.
Sadar atau tidak sadar, sedari kecil seseorang telah diberikan hak untuk memilih.
Dan siapa kita hari ini, adalah hasil dari pilihan - pilihan kita dimasa lalu.

'' Kebaikan adalah cahaya penerang kehidupan''
Begitulah makna namanya,
Ada doa dan harapan yang tersemat padanya.
Dan Rai tak hanya ingin namanya hanya jadi deretan kata yang terukir indah tanpa kisah,
Ia tak hanya ingin namanya sekedar jadi makna tanpa pernah memberi makna terhadap kehidupan itu sendiri.

Sukses bagi Rai adalah ketika ia mampu menjadi orang yang memberi manfaat bagi orang lain.
Begitulah hidup yang sebenarnya hidup, ketika kamu benar - benar menghidupi kehidupanmu,
Karena ada banyak orang yang terlihat hidup, tapi sebenarnya ia telah mati.
Entah mati hati, pik