dion sadewa
Lahir di bulan Desember pada tanggal 1 tahun 1989, nama ayahnya Ruhayo azis yang sudah meninggalkannya sebelum dia lahir, dan tidak pernah melihat wajahnya. Ibunya bernama Marlinah Tahara yang berprofesi sebagai pegawai negri sipil di sekolah dasar dan memiliki 8 saudara. Dion di besarkan di keraton baubau tapi ketika ibunya menikah lagi di umur dion yang ke 12 tahun karena kondisi keuangan yang sangat memburuk saat itu membuat Dion harus berpisah dengan ibunya. Dion tidak terlalu banyak bicara dan tidak terlalu banyak bergaul dengan banyak orang di karenakan kondisi jiwa dan kesehatannya yang sering terganggu. Dion punya 2 saudara laki-laki, Ongka dan Odhe. Kedua saudaranya tidak pernah akur dengan Dion, kakak pertamanya sering pulang dalam keadaan mabuk dan mengamuk di rumah, itulah yang menyebabkan jiwa Dion semasa kecil terguncang.
Masa kecil Dion selalu merasa tidak terlalu banyak punya kelebihan, bahkan nyaris tidak memliki apapun yang Dion banggakan. Dion pernah mengalami gagal ginjal di umur 13 tahun yang membuat Dion harus di operasi dan operasinya gagal yang membuat Dion meninggal dunia. Tapi ternyata Tuhan punya kehendak lain, Tuhan masih menyayangi Dion. 13 jam bersela setelah jantung Dion tidak berdetak lagi keajaiban itu datang, Dion terbangun dari kematiannya.
Setelah itu hidup Dion mulai tidak normal selayaknya orang biasa, Dion selalu melihat makhluk yang berwujud menyeramkan setiap harinya. Hal itu membuat Dion tidak pernah tidur nyenyak dan selalu terbangun histeris. Bukan cuma itu Dion selalu bisa menebak keberadaan benda hilang dan menjadi lebih smart di sekolahannya. Ketika kakak keduanya membawakan Dion kartu remi tiba tiba Dion merasa memilki kontak batin, kartu kartu itu seolah mempunyai nyawa dan berkomunikasi dengan Dion dan memberi isyarat tentang apa yang akan terjadi. Dion memperkenalkan kelebihannya itu kepada keluarga dekatnya dan semua yang Dion jelaskan selalu terjadi.
Dion melanutkan studi menengah atas di SMU 2 Baubau, kepopuleran Dion dengan meramal menjadi top news di sekolahannya di awal semester sekolahnya. Dan itu cepat tersebar seluruh kota Baubau.
Dion berkuliah di Universitas Hasanuddin dan mengambil fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kemampuan Dion semakin hari semakin meningkat, apalagi sejak Dion belajar banyak hal tentang tekhnik cara meramal, seperrti palmystri, tarot dan astrologi. Dion mulai membantu banyak orang dengan kemampuan yang dia miliki, dan Dion selalu merasa bangga.