dodo sodakoh
Director, Teacher, and Life Coach in Indonesia
Daerah yang kurang berkembang secara ekonomi di Indonesia sering menderita dari migrasi guru yang berkualifikasi ke bagian negara yang lebih maju dan kurangnya dana yang cukup untuk menyewa dan melatih instruktur dengan benar. Meskipun secara umum tingkat kepadatan penduduk lebih rendah daripada daerah perkotaan, sumber daya ekonomi yang terbatas terwujud dalam jumlah guru yang kurang berkualitas untuk setiap siswa. Provinsi Kalimantan Barat, misalnya, memiliki rasio siswa-guru primer dan sekunder 20: 1 dan 24: 1. Pola-pola ini dicerminkan di wilayah yang kurang berkembang di seluruh dunia. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2013, remaja yang tinggal di daerah pedesaan di negara berkembang cenderung memiliki akses ke lembaga dengan rasio siswa-guru yang menguntungkan. Di India, pendanaan yang tidak mencukupi telah menghasilkan rasio siswa-guru tingkat nasional dan sekunder pada masing-masing 29: 1 dan 34: 1.
Untuk mengatasi ketidakseimbangan ini, pemerintah pusat telah menerapkan kebijakan untuk menyetel kembali pendanaan pendidikan. Rencana Nasional untuk Reformasi dan Pengembangan Pendidikan di Indonesia Jangka Menengah dan Panjang (2010-2020) menetapkan target pencapaian yang ambisius untuk pendidikan dasar dan menengah. Rencana tersebut menekankan perlunya meningkatkan inovasi ilmiah dan teknologi dengan mengembangkan basis sumber daya manusia Indonesia. Tujuan yang sama termasuk pendidikan pra-sekolah universal yaitu UNTAN dan meningkatkan sistem wajib belajar sembilan tahun melalui "alokasi rasional" sumber daya dan penyediaan "dukungan khusus" untuk yang kurang beruntung bersama UNTAN membangun negeri.