Vincentia Monica
Surakarta
Vincentia Monica
Surakarta
Dulunya aku tinggal di Sukoharjo. Masa kecilku hidup di dekat sawah dan toko onderdil mobil. Setiap hari ketemu sama tukang parkir, sopir bis, orang-orang bengkel. Waktu jamannya caturwulan, libur sekolah 1-2 bulan, kerjaan ku cuma jaga toko.
Sedari kecil aku selalu beranda-andai untuk liburan paling ngga keluar kota atau keluar pulau. Tapi rasanya susah sekali karena papa bukan tipikal orang yang suka pergi-pergi.
Sampai akhirnya.. Ternyata Tuhan berkehendak lain untuk hidupku. Ternyata bayangan ku dari kecil jadi kenyataan. Aku ngga nyangka Tuhan memberikan aku kesempatan untuk studi di Malaysia. Yup, Malaysia !! Bayangkan, aku dari kota kecil, Sukoharjo. Dan aku ke Malaysia seperti orang cupu ! Hahaha.. Iya jelas lah cupu, orang ngga pernah punya pengalaman ke luar kota, luar pulau bahkan LUAR NEGERI ! Dan itupun, aku ke Malaysia sendiri. Orang tua ngga ngantar aku sampai Malaysia. Di Malaysia aku kuliah di Sunway University College jurusan Hospitality, Tourism, and Leisure Management.
Nah, dari situ aku mulai menyelami hidup sendiri di negeri orang. Tak lama, aku pindah ke Singapore, melanjutkan studi ku di jurusan yang sama yakni Hospitality & Tourism.
Lulus ditahun 2009, saat itu ada resesi besar-besaran. Banyak Singaporean yang di PHK, tourism di Singapore anjlok, mereka sama sekali ga terima foreign worker saat itu. Jadi ya sudah lah, selama 3 bulan aku terkontang-kantung di Singapore cari kerjaan - sudah melamar di ratusan hotel tapi ngga ketrima-ketrima juga, maka aku pulang ke Indonesia.
Selama 2-3 tahun aku kerja di Solo, my hometown. Tepatnya di sebuah pabrik farmasi dan juga merintis usaha les Inggris. Semuanya berjalan dengan lancar.
Tak lama kemudian, aku menikahi seorang pria yang sudah aku kenal semenjak aku kuliah di Malaysia, Andrew Sophian Putra. Karena sudah 4 tahun jarak jauh, akhirnya Andrew mengajakku untuk mendaftarkan diri di ROM (Registry Of Marriage). Dengan tujuan utama, supaya aku bisa mendaftar jadi Permanet Resident Singapore.
Selang 4 bulan, akhirnya datang juga surat dari pemerintahan yang mengabarkan kalau aku ketrima jadi Permanent Resident Singapore.
So dari sinilah hidup dan perjalanan bisnisku mulai perlahan-lahan tertata. Here I am to serve Indonesians dengan setulus hati dan jiwaku.
I'm proud to be Indonesian.