yasir wajdi

SERANG BANTEN

Aku adalah aku di mana pun tempatku berada.

Berusaha menjadi diri sendiri di tengah-tengah omong kosong para pembual.

Hidup terasing di tengah kecintaan para ekstrimis pada dunia.

Yang melupakan rasa di dalam lubuk hati dan naluri untuk selalu berkata jujur.

Terbalut rapat hedonisme yang telah menjadi santapan sehari-hari dan kebohongan-kebohongan yang meluncuri bibir dari waktu ke waktu.

Manusia hidup dalam kebohongan, demi menutupi hawa nafsu brutal untuk menghancurkan. Menghancurkan segala, mulai dari kehormatan diri hingga segala kekayaan hati. Sampai-sampai tak ada yang tersisa kecuali setetes embun di tengah lautan tinta.

  • Work
    • PELAJAR
  • Education
    • UNIVERSITAS PASUNDAN